Keempat Kelurahan tersebut masuk wilayah Kecamatan Sungai Serut. Diperkirakan kerugian mencapai jutaan rupiah. Jika tak terendam banjir, diperkirakan 1 – 2 bulan lagi sawah-sawah tersebut akan panen.
Pantauan RB di lokasi sore kemarin, batang padi sudah tak terlihat lagi alias ditenggelamkan banjir. Hal ini kemarin diakui Camat Sungai Serut, Ibrahim Lukani. Diakuinya, setiap banjir sawah petani tersebut selalu terendam banjir. Beberapa kali banjir terjadi saat petani akan memanen padinya.
“Khusus di Tanjung Jaya saja ada 50 hektare dan Sukamerindu 30 hektare yang siap panen. Sisanya ratusan hektare sawah di Sukamerindu dan Tanjung Jaya padi mulai berisi. Akibat banjir ini, otomatis sawah-sawah itu akan gagal panen. Kalau kerugiannya masih dalam penghitungan,” ungkap Ibrahim.
Sementara itu pemukiman penduduk yang terendam kemarin mencapai 6 kelurahan. Masing-masing Sukamerindu, Sawah Lebar Baru, Tanjung Agung, Bentiring, Rawa Makmur dan Penurunan. Ratusan rumah di enam kelurahan tersebut terendam banjir antara 1 – 2 meter.
Kawasan terparah di Tanjung Agung, sebanyak 210 rumah sudah terendam. Pantauan RB tadi malam, warga sudah membuat tenda dan mengungsikan barang-barang dan anggota keluarganya di jalan raya yang lebih tinggi 4 meter dari pemukiman.
Menurut Warga RT 1, Nurlaili banjir sudah melanda kawasan ini sejak Sabtu (11/4) lalu. “Kemarin (11/4) jam delapan malam, air sudah naik hingga selutut orang dewasa. Tapi semakin malam air semakin naik pelan-pelan.
Karena awalnya hanya menggenangi halaman rumah, jam 3 subuh air sudah mulai naik ke teras rumah dan jam delapan pagi ini (12/4), air sudah masuk ke rumah warga dengan kedalaman hingga 1 meter,” tutur Nur yang memandangi rumahnya dari jalan.
Sementara Lurah Tanjung Agung, Saharudin kini tengah mencari bantuan tenda dan bahan makanan untuk warga yang mengungsi. Diperkirakan air akan terus naik selama hujan masih terus menggujur kota.
“Kita saat ini sedang berupaya mencari tenda bantuan, untuk berlindung warga. Tapi kayaknya hari ini, terpaksa warga nyari tenda sendiri dulu. Sebab karena hari libur, kita belum bisa sampaikan permohonan ke Dinas Sosial. Mungkin besok kebutuhan warga ini, akan kita sampaikan,” ujar Saharudin.
Akibat dari banjir ini, kata Saharudin Kantor Lurah Tanjung Agung dan TK Ade Irma Suryani yang berada di satu kawasan ikut terendam. Air merendam setengah bangunan tersebut.
Bahkan akses menuju kantor tersebut, terputus akibat ketinggian air sudah mencapai pinggang orang dewasa. Alhasil warga yang akan melewati jalan tersebut, terpaksa harus memutar lewat jalan Sukamerindu.
Sedang di RT 4 Sawah Lebar Baru, juga terendam banjir hingga kedalaman 1 meter. Sebanyak 8 rumah sudah terendam, dan sebagian sudah ada yang mengungsi ke rumah warga yang tidak kebanjiran. Diperkirakan, jika hujan kembali terjadi hingga malam hari. Rumah yang terendam akan bertambah.
Menurut Ketua RT 4, Bahrin air yang merendam pemukiman merupakan kiriman dari Sungai Bengkulu. Sehingga air naik sangat berlahan, meskipun hujan sempat berhenti. Ini memang kerap terjadi kalau hujan lebat 2 hari berturut-turut. Tapi ini banjir pertama yang terjadi ditahun 2009. Air ini dapat dipastikan naik lagi katanya, kalau hujan kembali terjadi.
“Kalau dulu banyak caleg yang nak ngasi bantuan, kalau kini la sudah pemilihan kecil kemungkinan ada caleg yang memberikan bantuan. Trapi meski demikian, saat ini kondisinya masih terkendali. Tapi kita tetap harus siap-siap,” tukasnya.
Kemudian di Bentiring tepatnya Perumahan Korpri, air juga mulai menggenangi jalan masuk perumahan tersebut. Dengan kedalaman sepinggang orang dewasa. Kawasan terparah yakni SD 89, yang sudah mulai terendam.
Hal serupa terlihat di Rawa Makmur, beberapa rumah sudah mulai terendam. Jalan raya yang tergenang air, mengakibatkan kendaran yang lewat antre. Ditambah banyaknya jalan berlubang, semakin membuat kendaraan yang lewat hati-hati.(jur)
Senin, 20 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
Kalau hanya satu atau duameter, sepertinya memang sudah biasa terjadi bengkulu.. sejauh ini walaupun tiap saat terjadi banjir, tidak ada upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah provinsi bengkulu maupun pemda kota..
Posting Komentar