Senin, 20 April 2009

Hujan 7 Jam, 210 Rumah Terendam

Terparah banjir di RT 1 Tanjung Agung dan lokasi TPS 1, kawasan paling rendah ini air sudah masuk ke rumah. Termasuk Kantor Lurah Tanjung Agung yang berada di belakang Kantor Camat Sungai Serut ini mulai dimasuki air usai magrib.

Ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa. Jika melihat tren hujan yang tak kunjung reda, diperkirakan air akan terus naik. Menurut Lurah Tanjung Agung, Saharudin jika hujan berlangsung hingga 2 hari. Diperkirakan semua rumah bakal terendam. Sampai berita ini diturunkan, hujan deras masih menggujur Kota Bengkulu. Kondisi yang tak jauh berbeda juga terjadi di Kelurahan Sukamerindu dan Rawa Makmur.


“Saat ini, air memang masih merendam halaman dan teras rumah. Kalau hujan di sini, pengaruhnya tak begitu besar. Tapi hujan di gunung kabarnya masih deras, kami khawatir banjir makin tinggi. Saya kira, warga sudah mulai mengemasi dan menaikkan barang-barang berharganya di atap rumah. Sekarang saya masih di lokasi. Untunglah sudah pemungutan suara, kalau tidak hanyut semua kotak dan surat suara. Soalnya lokasi TPS 1 sudah terendam,” ungkap Saharudin tadi malam.

Saat koran ini mendatangi Kelurahan Tanjung Agung terlihat sebagian jalan raya yang rendah, mulai digenangi air. Bahkan sebagian masyarakat sudah mengangkut barang-barangnya dan membuat tenda di jalan yang tinggi. Warga yang langganan terkena banjir tampak sigap. Sementara perempuan dan anak-anak sudah berada di pinggir jalan.

“Khawatir air bertambah tinggi, warga kita sekarang dalam posisi siaga. Begitu air naik, tinggal mengungsi ke jalan. Rumah panggung kini sudah mulai langka, kebanyakan masyarakat membangun rumah permanen yang rendah. Sehingga begitu hujan, langsung mengungsi ke jalan,” tukas Saharudin.

Beberapa RT di Sukamerindi juga tergenang air. Seperti RT 8 dan 9 yang sangat rawan. Menurut Lurah Sukamerindu, Emliyus air sudah menggenangi jalan dan halaman rumah warga. Tapi belum masuk ke dalam rumah.

“Tapi kita tetap siaga, takutnya hujan sampai besok pagi. Kalau itu terjadi air pasti akan masuk ke rumah warga. Tapi saat ini kita akan terus pantau kondisi air, jika memang akan naik lebih tinggi terpaksa warga akan mengungsi. Tapi semoga itu tidak terjadi, kita tunggu saja,” demikian Emilyus. (jur)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar