Senin, 20 April 2009

Warga Diminta Selamatkan Nipah, Rumbia dan Kelapa

Bupati Mukomuko meminta supaya masyarakat Kecamatan Kota Mukomuko bisa menyelamatkan tanaman nipah dan rumbia. Nipah yang tumbuh subur di pinggir sungai Selagan diminta bisa dimanfaatkan sebagai sumber usaha bagi masyarakat. Ia yakin, buah nipah bisa diolah menjadi makanan khas Mukomuko.

‘’Masyarakat jangan salah kiprah. Nanti melihat batang nipah yang menghijau di pinggir sungai, malah ditebang. Padahal buah nipah bisa diolah menjadi makanan yang enak dan bisa dipasarkan ke luar daerah.

Sama halnya dengan rumbia yang tumbuh di tengah sawah, jangan dimusnahkan. Karena rumbia bisa diambil sagunya untuk menjadi tepung. Tepung paracis dibuat dari sagu rumbia. Saya juga suka makan ondel-ondel sagu yang ditabur kelapa, seperti yang kerap dimasak oleh para orang tua kita dahulu,’’ kata Ichwan.

Selain membudidayakan nipah dan rumbia, Ichwan juga menyarankan petani memanfaatkan lahan tidurnya menanam kelapa. Para ibu-ibu rumah tangga, sejak kemarin diminta mulai menggalakkan pembuatan minyak goreng secara tradisional. Minyak goreng yang dibuat dari inti kelapa kampung itu, dinilainya tidak membahayakan kesehatan. Karena, minyak goreng yang dimasak secara tradisional bebas dari zat kimia pengawet.

‘’Kita sekarang ini benar-benar terlalu manja dan sudah menjadi orang pemalas. Padahal di sekeliling kita, berbagai potensi alam masih bisa kita olah untuk kebutuhan sehari-hari. Contohnya, kelapa di daerah kita ini yang cukup banyak, tapi dibiarkan saja busuk.

Coba buah kelapa itu diolah menjadi minyak goreng. Jangan lupa, tanah yang kosong di pinggiran areal persawahan saya minta ditanami dengan tanaman jenis jarak pagar, kepuh dan Camplung. Karena tanaman jenis itu diyakini bisa memberi penghasilan tambahan bagi petani,’’ demikian Ichwan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar