Senin, 20 April 2009

Bantuan Banjir Rp 30 Juta “Ngendap”

Alasannya, menurut Lurah Tanjung Agung, B. Arasman jumlah petani yang terkena dampak banjir mencapai 87 orang. Tak ingin muncul konflik, uang tersebut sengaja belum dibagikan. Itu pun sudah berdasarkan kesepakatan warga.

Kekurangan dana Rp 57 juta untuk 57 orang petani sudah diusulkan ke Gubernur Jumat (17/4) lalu. Saat menyalurkan bantuan, Gub mewanti-wanti bahwa uang bantuan hanya diperuntukkan bagi petani yang sawahnya mengalami kerusakan akibat terendam air. Dengan ketentuan, setiap petani mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 juta.


“Untuk sementara, uang bantuan Pak Gub disimpan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat atau LKMD, Junaidi. Insya Allah, kekurangannya bisa diakomodir Pak Gubernur. Sesuai instruksi Pak Gubernur, kalau ada kekurangan maka segera dilaporkan. Ternyata, setelah kita melakukan pendataan, ada sekitar 87 petani yang sawahnya terendam air banjir. Sebagian dari sawah tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Ada yang mulai menguning dan sebagian lainnya layu,” ungkap Arasman.

Bagaimana jika tidak? Dikatakan, keputusan tentang pemanfaatan bantuan tersebut akan diserahkan ke petani Tanjung Jaya. Dikatakan, wacana yang berkembang saat ini, bila tidak ada penambahan bantuan maka besar kemungkinan kalau dana bantuan yang sudah ada tersebut akan dibagi rata. Bila itu terjadi maka setiap petani akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 344.827 per petani. Namun tidak tertutup kemungkin ada solusi lain, tergantung kesepakatan rapat petani nantinya.

Bila mengacu pada perkataan pak Gub, seharusnya setiap petani mendapat bantuan sebesar Rp 1 juta. Tapi kalau dibagi rata maka bantuan diterima menjadi lebih kecil. Kurang dari Rp 345 ribu per orang, beber Arasman.

Sekadar mengingatkan, gub memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta kepada petani yang sawahnya terendam banjir pada pekan kedua April kemarin atau tak lama setelah Pemilu 9 April 2009. Bantuan diserahkan disela-sela aktivitas gubernur memantau korban banjir yang rutin terjadi di Kelurahan Tanjung Jaya.

Seandainya memang perlu dilakukan peninjauan lapangan atas penambahan jumlah petani yang mengalami kerugian akibat sawahnya terendam banjir, tentu akan lebih baik, demikian Arasman.(beb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar