Senin, 20 Juli 2009

Rakyat mau bersihkan lingkunagan kok di larang

Belum tuntasnya permsalahan batubara oleh pihak ESDM Propinsi Bengkulu, membuat masyarakat emosi. Sebelumnya (16/7) perwailan dari msyarakat pengambil dan pengumpul batu bara di kantor ESDM. Kemudian dilanjutkan oleh masyrakat tanjung agung. Kali ini aksi serupa giliran masyrakat pondok kelapa yang protes. Mereka mengancam akan melakukan demo besar-besaran jika pihak ESDM tidak juga mencabut kebijakannya menertibkan aktivitas mereka.

Salah seorang pengumpul batu bara, Jonizar ketika di temui RB mengaku kesal. Hingga kemaren, belum ada truk pengangkut batu bara yang mengambil batu bara tersebtu. Hal tersebut terjadi karena pihak ESDM melakukan penertiban akitivitas batu abra. Salah satunya dengan menghentikan penertiban surrat keterangan asal barang (SKAB). Ototomastis hal tersebut berpengaruh pada distribusi dan pengangkutan batu bara, karena dengan begitu pihak distributor batu bara tidak dapt mengakut batu bara dari manapun. Merakapun bingung karena tidak bisa menjual batu bara tersebut.
Dari pantauan RB lapangan, terlihat begitu banyak hamparan karung yang tersisi penuh kumpulan batu bara. Dari pengakuan salah satu pengumpul, jumlah batu bara yang terkumpul tersebut mencapai 100 ton. Jumlah tersebut sangat fantasisis meman, karena dilokasi tempat mereka mengambil batu bara tersebut, yakni diloksi obejek wisata pantai sungai suci, hampir semua tumpukan batu bara.
Aktivitas tersebut terus mereka lakukan, semenatara jumlah batu bara semakin bertambah sedangkan belum ada truk pengakut yang mengambil batu bara itu. Kondisi ini dikhawatirkan akan berpengaruh terhdpa lingkunagn sekitar, karena itulah mereka akan mengancam tindakan yang dilakukan pihak ESDM.
Rakyat Bengkulu, 21 Juli 2009


Tidak ada komentar:

Posting Komentar