Senin, 13 April 2009

Banjir di Kota Bengkulu Meluas


Selain meredam lebih dari 1.000 rumah, banjir juga membuat perabotan warga serta sawah terendam. Tak hanya itu, jalan Tanjung Agung dan Bentiring tak bisa dilalui oleh kendaraan. Sedangkan jalan di Jl Kalimantan Rawa Makmur hanya tergenang air setinggi mata kaki.

Pantauan BE tadi malam di Tanjung Agung, Tanjung Jaya, Semarang dan Rawa Makmur, warga sudah mengungsi di tempat-tempat aman. Mereka juga sudah mendirikan tenda-tenda. Salah seorang warga Tanjung Agung, Suraji mengatakan masyarakat sudah mengungsi sejak pagi. Menurutnya, air mulai menggenangi lokasi itu sejak kemarin dinihari.Saat ini (tadi malam) ketinggian air mencapai 2 meter. Sehingga jalan dari Tanjung Agung putus total, akunya.


Menurut Suraji, banjir ini merupakan banjir kiriman dari Taba Penanjung. Jika hujan tidak reda, banjir kali bisa seperti tahun 1989. Dimana ketinggian air mencapai 3 meter, kenangnya.

Terkait banjir yang meluas, Walikota H Ahmad Kanedi SH MH tadi malam sudah turun ke lapangan. Untuk tahap pertama, dia meminta warga untuk mengungsi sementara dan waspada terhadap munculnya air bah. Dia sendiri sudah menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan bantuan kepada korban banjir.

Tak hanya Walikota, caleg DPRD Provinsi DP Kota dari Partai Barnas, Suharto SE tadi malam juga mengunjungi para korban banjir di Tanjung Agung, Tanjung Jaya, Semarang dan Rawa Makmur. Kunjungan ini merupakan ungkapan simpati Suharto kepada korban.

Menang atau tidak dalam Pemilu Legislatif serta saya dipilih atau tidak oleh korban banjir, saya harus tetap konsisten terhadap perjuangan membela rakyat. Inilah yang membuat saya tergerak untuk turun, kata Suharto.

Kehadiran Suharto sendiri disambut baik para korban banjir. Mereka sangat senang dengan kehadiran caleg Barnas ini. Pak Harto ini benar-benar tulus. Dia datang bukan saat kampanye. Tapi saat kami kena bencana. Tak seperti caleg lain, ungkap salah seorang korban banjir bernama Suraji.

Senada dengan Suraji, salah seorang warga Rawa Makmur, Mulyono (45) mengatakan saat masa kampanye banyak posko parpol dan caleg yang muncul ketika korban banjir. Tapi saat ini, hanya Suharto saja yang nongol. Kemana yang lain, keluhnya. Banyak parpol dan caleg itu hanya peduli menjelang Pemilu saja. Habis Pemilu mereka lupa, terangnya.

Di sisi lain, Ketua DPD PKS Sujono mengatakan PKS belum turun melakukan bakti sosial. Hanya saja, dia telah menginstruksikan agar DPC PKS Muara Bangkahulu dan DPC PKS Sungai Serut melakukan bakti sosial. Yang jelas kita akan melakukan baksos dengan pengobatan gratis. PKS tidak bekerja menjelang Pemilu Legislatif dan Pilkada saja. Kita akan tetap turun melakukan baksos. Meski habis pemilu PKS tetap peduli, terang Sujono.

3 Hari Masih Hujan
Sementara itu hujan deras diperkirakan masih mengguyur Bengkulu hingga tiga hari kedepan. Sebab awan tebal masih menutupi wilayah Sumatera secara merata. Hal itu diterangkan staf teknisi BGM (Badan Meterologi Geofisika) Bengkulu Edi Siswahyudi. sehingga masyarakat diminta agar waspada. Belum ada tanda-tanda hujan mereda, ujarnya.

PPK Sungai Serut Siaga
Terkait banjir yang meluas, petugas PPK Sungai Serut malam tadi juga siaga. Mereka mulai menyelamatkan berkas-berkas administrasi pemilu. Karena dikhawatirkan banjir bisa meluap hingga ke Kantor PPK Sungai Serut yang terletak di Kantor Camat Sungai Serut.

Ketua PPK Sungai Serut Sugiri mengungkapkan pihaknya sudah berupaya menyelamatkan kotak suara dan arsip-arsip lain. Supaya tidak tergenang banjir. Kami dibantu oleh aparat kepolisian, ujarnya.(cw3/090)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar